Menstruasi Pertama

0 komentar

Menarche adalah haid atau menstruasi pertama kali yang dialami oleh seorang wanita. Bagi orang wanita yang normal menstruasi adalah pelepasan dinding Rahim endometrium yang disertai dengan pendarahan dan terjadi secara berulang setiap bulan kecuali saat hamil. Menstruasi yang berulang setiap bulan tersebut akhirnya membentuk siklus menstruasi. Siklus menstruasi berkisar antara 21 – 40 hari. Usia mendapatkan haid/menstruasi berbeda antara yang satu dengan yang lain, ada wanita yang berumur 9 tahun sudah mengalami haid.

Ketika pertama kali mengalami menstruasi,  tidak perlu  merasa takut, malu, cemas atau kaget karena  peristiwa ini adalah kodar dari Alloh yang setiap wanita normal pasti mengalaminya. Pada saat hal itu terjadi segera memberitahu  Ibu atau Kakak perempuan atau kepada Mubalighotnya.
        
...قَالَ : مَا لَكِ أَنُفِسْتِ قُلْتُ نَعَمْ قَالَ إِنَّ هَذَا أَمْرٌ كَتَبَهُ اللَّهُ عَلَى بَنَاتِ آدَمَ ...رواه البخاري
Nabi Muhammad SAW.bersabda ( kepada ‘Aisyah ): “kenapa kamu, sedang haid ya ? 'aisyah menjwab : iya, Nabi Bersabda  : sungguhnya ( Haid ) Ini merupakan suatu hal yang telah Allah tetapkan atas anak cucu perempuan Adam.”
Hal-hal yang harus diperhatikan :
Ketika menstruasi datang, siapkan celana dalam dan pembalut yang pas dengan ukuran tubuh masing-masing. Cobalah beberapa produk pembalut sampai menemukan produk yang cocok. Pasang pembalut sesuai aturan pemakaiannya.
Pembalut agar diganti minimal satu kali dalam 3 atau 4 jam . Pembalut yang selesai dipakai segera dicuci sampai bersih, dibungkus dengan kertas, baru dibuang. ( Jangan dibuang dilobang WC ).

Masa Haid
Masa haid, antara wanita satu dengan yang lain tidak sama. Menurut sebagian pendapat ,masa haid itu paling cepat satu hari dan paling lama 15  hari. Setelah bersih, segeralah junub dan segera melaksanakan sholat atau ibadah-ibadah yang lain. Bila keluarnya darah lebih dari 15 hari berarti bukan lagi darah haid, akan tetapi penyakit ( Istihadhoh ). Bila terjadi hal semacam ini ( Istihadhoh ) maka segera junub, dan melaksanakan sholat seperti biasa.
وَقَالَ عَطَاءٌ الْحَيْضُ يَوْمٌ إِلَى خَمْسَ عَشْرَةَ.رواه البخاري
Atha’ berkata, “Haid itu sehari sampai lima belas hari.”

Tanda-tanda suci dari haid
Kita dapat mengetahuinya melalui dua keadaan, yaitu :
  1. Keluarnya  air berwarna putih seperti air kapur yang mengikuti haid. Namun, terkadang bukan dengan warna putih, dan perbedaan ini disebabkan oleh keadaan wanita masing-masing.
  2. Kering, yaitu ketika dimasukan potongan kain/kapas ke dalam lubang kemaluan kemudian dikeluarkan maka kain akan tetap dalam keadaan kering tidak ada sesuatupun, tidak ada darah, warna keruh atau kuning.
وَكُنَّ نِسَاءٌ يَبْعَثْنَ إِلَى عَائِشَةَ بِالدُّرْجَةِ فِيهَا الْكُرْسُفُ فِيهِ الصُّفْرَةُ فَتَقُولُ لاَ تَعْجَلْنَ حَتَّى تَرَيْنَ الْقَصَّةَ الْبَيْضَاءَ تُرِيدُ بِذَلِكَ الطُّهْرَ مِنَ الْحَيْضَةِ.البخاري
Ada beberapa orang wanita yang sama memberikan sehelai kain kepada Aisyah, yang di dalamnya ada kapasnya dan tampaklah di kapas itu warna kuning. Aisyah berkata, “Janganlah terburu-buru ( menyatakan suci ), sampai kamu melihat sehelai kain itu berwarna putih.  ‘Aisyah menghendaki berhentinya haid secara sempurna.”

Segera mandi setelah suci
Caranya :
  1. Bersihkan sekitar kemaluan dari darah haid
  2. Berwudlulah, seperti  akan melaksanakan sholat.Masukkan jari-jari ke dalam air, kemudian usapkan jari-jari ke sela-sela rambut mengenai kulit kepala sampai rata dan terasa segar pada kulit kepala. Kemudian ambil air dengan tangan sebanyak tiga kali cawukan ,cawukan pertama basuhkan ke bagian kepala sebelah kanan, cawukan kedua basuhkan bagian kepala sebelah kiri, cawukan ketiga basuhkan bagian tengah kepala.
  3. Siramlah seluruh tubuh sesuai kehendak.

عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ امْرَأَةً مِنَ الأَنْصَارِ قَالَتْ لِلنَّبِيِّ كَيْفَ أَغْتَسِلُ مِنَ الْمَحِيضِ قَالَ خُذِي فِرْصَةً مُمَسَّكَةً فَتَوَضَّئِي ثَلاَثًا …  .البخاري
Aisyah r.a. berkata, “Seorang wanita [dari Anshar] bertanya kepada Nabi Muhammad saw tentang cara dia mandi dari haid. Beliau lalu memerintahkan kepadanya bagaimana ia mandi. Beliau bersabda, ‘Ambillah sepotong kain yang diberi kasturi lalu bersucilah kamu dengannya  , Nabi bersabdanya (tiga kali).”


Cara Junub I
عَنْ عَائِشَةَ ، قَالَتْ : كَانَ رَسُولُ اللهِ  إ ِذَا اغْتَسَلَ مِنَ الْجَنَابَةِ غَسَلَ يَدَيْهِ وَتَوَضَّأَ وُضُوءَهُ لِلصَّلاَةِ ثُمَّ اغْتَسَلَ ثُمَّ يُخَلِّلُ بِيَدِهِ شَعَرَهُ حَتَّى إِذَا ظَنَّ أَنْ قَدْ أَرْ‘Aisah berkata : ketika nabi mandi junub maka Nabi :
1.    Membasuh kedua tangan
2.    Berwudlu seperti untuk sholat
3.    Menyela-nyelai rambut sampai kulit kepala terasa segar.
4.    Menuangkan air pada kepala tiga kali cawukan
5.    Kemudian Membasuh seluruh badan
وَى بَشَرَتَهُ أَفَاضَ عَلَيْهِ الْمَاءَ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ ثُمَّ غَسَلَ سَائِرَ جَسَدِهِ.البخاري

Cara Junub II

عَنْ مَيْمُونَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ  قَالَتْ تَوَضَّأَ رَسُولُ اللهِ  وُضُوءَهُ لِلصَّلاَةِ غَيْرَ رِجْلَيْهِ وَغَسَلَ فَرْجَهُ وَمَا أَصَابَهُ مِنَ الأَذَى ثُمَّ أَفَاضَ عَلَيْهِ الْمَاءَ ثُمَّ نَحَّى رِجْلَيْهِ فَغَسَلَهُمَا هَذِهِ غُسْلُهُ مِنَ الْجَنَابَةِ.البخاري
Maimunah istri Nabi SAW berkata : ( Nabi mandi junub ) dengan :
1.    Berwudlu seperti akan mengerjakan sholat selain membasuh kedua kaki
2.    Membasuh kotoran sekitar farji
3.    ( Menyela-nyelai rambut ) lalu Menyiramkan air pada seluruh tubuh sampai rata
4.    Pindah dari tempat berdirinya lalu membasuh kedua kakinya.
Demikianlah cara mandi junubnya nabi.

Larangan Bagi Muslimah Saat Haid

A.    Shalat (baik wajib maupun sunnah). Dan tidak membayarnya saat selesai Haid
عَنْ عَائِشَةَ رضيَ اللهُ عَنْهَا: أنَّ فَاطِمَةَ بِنْتَ أَبِي حُبَيْشٍ كَانَتْ تُسْتَحَاضُ، فَقَالَ لَهَا رَسُولُ اللهِ  : إِنَّ دَمَ الحَيْضِ دَمٌ أَسْوَدُ يُعْرَفُ، فَإِذا كَانَ ذَلِكَ فَأَمْسِكِي عَنِ الصَّلاةِ، فَإِذا كَانَ الآخَرُ فَتَوَضَّئِي وَصَلِّي، رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ
Dari Aisyah ra berkata, Fatimah binti Abi Hubaisy mendapat darah istihadhoh, maka Rasulullah SAW bersabda kepadanya, Darah haid itu berwarna hitam dan dikenali. Bila yang yang keluar darah haid, janganlah shalat. Bila sudah selesai haid, maka ( mandi )dan berwudhulah dan lakukan shalat ( walaupun masih mengeluarkan darah Istihadhoh ).
Diharamkan bagi wanita haid mengerjakan shalat, baik wajib maupun sunah, dan tidak sah shalatnya. Juga tidak wajib baginya mengerjakan shalat, kecuali jika ia mendapatkan sebagian dari waktunya sebanyak satu raka’at sempurna, baik pada awal atau akhir waktunya.

Contoh pada awal waktu : Seorang wanita mendapati haid setelah matahari terbenam tetapi ia sempat menjumpai kira-kira satu ra’kaat dari waktunya sholat Maghrib. Maka setelah suci wajib baginya membayar shalat maghrib tersebut karena ia telah mendapatkan sebagian dari waktunya yang cukup untuk satu rakaat sebelum kedatangan haid.

Adapun contoh pada akhir waktu: seorang wanita suci dari haid sebelum matahari terbit dan masih sempat menjumpai kira-kira satu rakaat dari waktunya sholat shubuh. Maka setelah suci wajib baginya membayar shalat Shubuh tersebut karena ia masih sempat mendapatkan sebagian dari waktunya yang cukup untuk satu rakaat.

أَنَّ امْرَأَةً قَالَتْ لِعَائِشَةَ أَتَجْزِي إِحْدَانَا صَلاَتَهَا إِذَا طَهُرَتْ فَقَالَتْ أَحَرُورِيَّةٌ أَنْتِ كُنَّا نَحِيضُ مَعَ النَّبِيِّ  فَلاَ يَأْمُرُنَا بِهِ ، أَوْ قَالَتْ فَلاَ نَفْعَلُهُ.البخاري
Dari Mu’adzah bahwasanya seorang wanita berkata kepada Aisyah, “Apakah salah seorang di antara kita shalatnya mencukupi apabila ia suci?” Aisyah menjawab, “Apakah kamu seorang Haruri? Kami haid bersama Nabi, namun beliau tidak memerintahkan kami untuk membayarnya .” Atau, ia berkata, “Kami tidak mengerjakannya.”

B.    Puasa (wajib maupun sunnah). Tapi membayar puasa wajib saat telah suci.

وَعَنْ أَبِي سَعِيْدٍ الخُدْرِيِّ  قَالَ: قَالَ رسُولُ الله  : أَلَيْسَ إِذا حَاضَتِ المَرْأَةُ لَمْ تُصَلِّ وَلَمْ تَصُمْ. رواه البخاري
Dari Abi Said Al-Khudhri ra. berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda:” Bukankah bila wanita mendapat haidh, dia tidak boleh shalat dan puasa?”

قَالَتْ كَانَ يُصِيبُنَا ذَلِكَ فَنُؤْمَرُ بِقَضَاءِ الصَّوْمِ وَلَا نُؤْمَرُ بِقَضَاءِ الصَّلَاةِ. رواه مسلم
‘Aisyah berkata : Ketika kami mengalami haid, diperintahkan kepada kami mengqadha’( membayar ) puasa dan tidak diperintahkan mengqadha’( membayar ) shalat”.

Jika seorang wanita kedatangan haid ketika sedang berpuasa maka batallah puasanya, sekalipun hal itu terjadi saat menjelang maghrib, dan wajib baginya membayar puasa hari itu jika puasa wajib. Namun, jika ia merasakan tanda-tanda akan datangnya haid sebelum maghrib, tetapi baru keluar darah setelah maghrib, maka puasanya itu sempurna dan tidak batal.
Jika pada saat terbitnya fajar seorang wanita masih dalam keadaan haid maka tidak sah berpuasa pada hari itu, sekalipun ia suci sesaat setelah fajar. Tetapi jika suci menjelang fajar, maka sah puasanya sekalipun ia baru mandi setelah terbit fajar.

C.    Membaca Alquran, kecuali hanya potongan – potongan ayat atau beberapa huruf saja. ( Surat-surat pendek ). Adapun memegang , memaknainya diperbolehkan.

عَنِ ابْنِ عُمَرَ عَنِ النَّبِىِّ  قَالَ: « لاَ تَقْرَإِ الْحَائِضُ وَلاَ الْجُنُبُ شَيْئًا مِنَ الْقُرْآنِ ». وَهُوَ قَوْلُ أَكْثَرِ أَهْلِ الْعِلْمِ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِىِّ  وَالتَّابِعِينَ وَمَنْ بَعْدَهُمْ مِثْلِ سُفْيَانَ الثَّوْرِىِّ وَابْنِ الْمُبَارَكِ وَالشَّافِعِىِّ وَأَحْمَدَ وَإِسْحَاقَ قَالُوا لاَ تَقْرَأُ الْحَائِضُ وَلاَ الْجُنُبُ مِنَ الْقُرْآنِ شَيْئًا إِلاَّ طَرَفَ الآيَةِ وَالْحَرْفَ وَنَحْوَ ذَلِكَ وَرَخَّصُوا لِلْجُنُبِ وَالْحَائِضِ فِى التَّسْبِيحِ وَالتَّهْلِيلِ.الترمذي
Dari Ibnu Umar , Nabi bersabda : “orang yang haid dan orang yang junub tak boleh membaca sedikitpun dari Al Qur’an.” Ini adalah pendapat umumnya ahli ilmu dari kalangan shohabat, tabi’in dan ulama’ setelah mereka seperti : Sufyan Ats Tsauri, Ibnu Al Mubarok, Syafi’i, Ahmad dan Ishaq, mereka berkata : orang yang haid dan orang yang junub tidak boleh membaca Al Qur’an kecuali hanya potongan ayat dan huruf dan yang semisalnya, dan diprbolehkan bagi orang yang haid dan junub membaca tasbih, tahlil dan dzikir lainnya.

وَكَانَ أَبُو وَائِلٍ يُرْسِلُ خَادِمَهُ وَهْيَ حَائِضٌ إِلَى أَبِي رَزِينٍ فَتَأْتِيهِ بِالْمُصْحَفِ فَتُمْسِكُهُ بِعِلاَقَتِهِ.
Abu Wa’il mengutus pelayannya yang sedang haid supaya membawa (mengambil) Al-Qur’an dari Abu Razin dengan memegangnya pada gantungannya.

أَنَّ عَائِشَةَ حَدَّثَتْهَا أَنَّ النَّبِيَّ  كَانَ يَتَّكِئُ فِي حَجْرِي وَأَنَا حَائِضٌ ثُمَّ يَقْرَأُ الْقُرْآنَ. البخاري
 Aisyah r.a. berkata, “Nabi Muhammad saw. bersandar di pangkuanku, padahal aku sedang haid, kemudian beliau membaca Al-Qur’an.”

D.    Berdiam diri dalam masjid, kecuali hanya sekedar lewat saja. Adapun mendatangi pengajian atau mendengarkan nasehat diluar masjid diperbolehkan.
فَإِنِّي لاَ أُحِلُّ الْمَسْجِدَ لِحَائِضٍ وَلاَ جُنُبٍ.ابو داود
Maka sesungguhnya aku ( Nabi )Tidak  menghalakan masjid untuk orang yang haid dan orang yang junub”.
وَلاَ جُنُبًا إِلاَّ عَابِرِي سَبِيلٍ حَتَّى تَغْتَسِلُوا... النساء 43
”Dan (jangan pula berdiam di masjid) sedang kalian dalam keadaan junub, kecuali sekedar berlalu/lewat saja, sampai kalian mandi”

عَنْ أُمِّ عَطِيَّةَ قَالَتْ أُمِرْنَا أَنْ نُخْرِجَ الْحُيَّضَ يَوْمَ الْعِيدَيْنِ وَذَوَاتِ الْخُدُورِ فَيَشْهَدْنَ جَمَاعَةَ الْمُسْلِمِينَ وَدَعْوَتَهُمْ وَيَعْتَزِلُ الْحُيَّضُ عَنْ مُصَلاَّهُنَّ... رواه البخاري
Ummu ‘Athiyah berkata : Kami diperintah ( Nabi ) menyuruh keluar para perempuan yang haid dan beberapa gadis pingitan pada dua hari raya maka mereka menyaksikan perkumpulan dan doanya orng islam dan hendaklah para wanita haid menjauh dari tempat sholat mereka.

Mensucikan pakaian dari darah haid
عنْ أَسْمَاءَ بِنْتِ أَبِي بَكْرٍ أَنَّهَا قَالَتْ سَأَلَتِ امْرَأَةٌ رَسُولَ اللهِ  فَقَالَتْ يَا رَسُولَ اللهِ أَرَأَيْتَ إِحْدَانَا إِذَا أَصَابَ ثَوْبَهَا الدَّمُ مِنَ الْحَيْضَةِ كَيْفَ تَصْنَعُ ، فَقَالَ رَسُولُ اللهِ : إِذَا أَصَابَ ثَوْبَ إِحْدَاكُنَّ الدَّمُ مِنَ الْحَيْضَةِ فَلْتَقْرُصْهُ ثُمَّ لِتَنْضَحْهُ بِمَاءٍ ثُمَّ لِتُصَلِّي فِيه.البخاري
Asma’ binti Abu Bakar berkata, “Seorang wanita bertanya kepada Rasulullah saw., Wahai Rasulullah, bagaimanakah caranya apabila pakaian salah seorang dari kami terkena darah haid, apakah yang harus ia perbuat?’ Rasulullah saw. bersabda, ‘Apabila pakaian salah seorang dari kamu terkena darah haid, gosoklah darah itu kemudian bersihkanlah dengan air. Setelah itu, kamu boleh shalat menggunakan pakaianmu itu.”.
Kewajiban Muslimah setelah menjumpai masa Haid
Bila seorang wanita sudah mengalami haid, berarti wanita tersebut sudah baligh, dan mulai mempertanggung jawabkan dirinya sendiri di hadapan Alloh. Wanita tersebut mulai wajib melaksanakan semua perintah-perintah Alloh seperti : sholat, puasa (ngaji, ngamal, mbela, jamaah, toat)  dan lain sebagainya. Dan dia harus menjaga aurot dan menjahui pelanggaran antara pria dan wanita dan larangan-larangan yang lain.
عَنْ عَلِىٍّ عَلَيْهِ السَّلاَمُ عَنِ النَّبِىِّ  قَالَ : رُفِعَ الْقَلَمُ عَنْ ثَلاَثَةٍ عَنِ النَّائِمِ حَتَّى يَسْتَيْقِظَ وَعَنِ الصَّبِىِّ حَتَّى يَحْتَلِمَ وَعَنِ الْمَجْنُونِ حَتَّى يَعْقِلَ.رواه ابو داود
Dari ‘Ali , Nabi SAW bersabda : Pena ( pencatat amal ) itu diangkat dari tiga : dari orang yang tidur sehingga bangun, dari anak kecil sampai baligh, dari orang gila sampai berakal.
وَقَالَ « يَا أَسْمَاءُ إِنَّ الْمَرْأَةَ إِذَا بَلَغَتِ الْمَحِيضَ لَمْ تَصْلُحْ أَنْ يُرَى مِنْهَا إِلاَّ هَذَا وَهَذَا ». وَأَشَارَ إِلَى وَجْهِهِ وَكَفَّيْهِ.ابو داود
Dan Nabi bersabda : wahai Asma’ sesungguhnya ketika wanita itu telah haid maka tidak boleh terlihat anggota badannya kecuali ini dan ini, Nabi isarat pada wajah dan telapak tangannya.

Read More »

Buku Panduan Generus

0 komentar
Jum'at 23 Januari 2015 Penggerak Pembina Generus Kediri Selatan I ( PPG KS I ) Bidang Kurikulum mengadakan pertemuan dengan Koordinator Lima Unsur, Penanggung Jawab Program ( PJP ), Wali KBM Caberawit dan semua pengajar Caberawit .

Pertemuan dilakukan untuk diberi penjelasan mengenai proses belajar mengajar terutama pengajaran untuk generus caberawit mengenai penerapan buku panduan untuk generus caberawit. Seperti diketahui bahwa pembinaan generus PPG KS I menggunakan  metode pengajaran  kurikulum dan penjabaran kurikulum sebagai buku pegangan generus atau yang lebih dikenal dengan buku panduan generus. Namun seiring dengan berjalannya waktu  ternyata penyampaian buku panduan dirasa masih kurang efektif sehingga perlu untuk disampaikan kembali.

Dalam pemaparannya Ustadz Habib selaku salah satu Bidang Kurikulum PPG KS I mengatakan bahwa dalam pengajaran itu ada tiga aspek yang harus dicapai yaitu kognitif, afektif dan psikomotorik . " Sekarang ini generus kita bacaan al Qur'annya sudah bagus akan tetapi ada sebagian yang ketika mengerjakan sholat masih rame berarti ada aspek pembelajaran yang belum terserap oleh generus " kata Ustadz Habib.

Acara itu sendiri dimulai dari jam 20.00 sampai dengan 22.00 dengan jumlah peserta 290 orang pembina generus PPG KS I. Di buka oleh KH.Suyadi selaku pembina , dilanjutkan pemaparan materi oleh Ustadz Habib dan ditutup oleh pemaparan dari Bidang Pendidik dan Kependidikan Ustadz Eko Suwarko.

Setelah selesai acara salah satu peserta yaitu Ustadz Mubari'un Koordinator lima unsur dari TPQ Sumberejo berkata " Sekarang saya baru tahu seperti ini tho maksud dari pembinaan PPG KS I ".




Read More »

Melihat Gambar Porno

0 komentar
Dampak dari kecangihan tehnologi gadged banyak dirasakan oleh para penggunanya . Bahkan kebanyakan orang merasa bahwa hidupnya seakan tidak lengkap tanpa gadget yang dimilikinya. gadget juga sangat penting bagi kehidupan manusia karena gadget bisa membantu  untuk mempermudah berkomunikasi dengan orang-orang jauh. Gadget juga sarana yang cepat untuk mencari sebuah informasi. Namun perkembangan teknologi yang canggih pada zaman modern ini tidak selalu membawa hal-hal yang positif bagi makhluk sosial, dibalik beragamnya gadget saat ini, gadget juga dapat memberikan efek yang negatif terhadap kehidupan . Misalnya, waktu menjadi banyak tersita sehingga aktifitas jadi terganggu, mengalami penurunan konsentrasi, dan juga menjadikan seseorang malas beraktifitas. Padahal waktu yang dihabiskan untuk bermain gadged dapat digunakan untuk beraktifitas yang produktif dan berpahala.

Diantara dampak negative gadged adalah melihat gambar atau tayangan porno yang jelas-jelas diharamkan oleh agama. Melihat gambar atau tayangan porno merupakan salah satu dari perbutan zina mata , zina hati dan yang lebih jauh lagi dapat menjerumuskan pelakunya pada zina yang sesungguhnya yaitu zinanya kelamin. Naudzubillahi min dzalik.

Rosulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Mata itu berzina, hati juga berzina. Zinanya mata dengan melihat (yang diharamkan), zinanya hati dengan membayangkan (yang terlarang). Sementara farji membenarkan atau mendustakan semua itu.” (HR. Ahmad)

Ahli hadits berkata :
Al-Ghazali berkata: Nabi mengingatkan bahwa seseorang tidak bisa menjaga alat kelaminnya kecuali dengan menjaga matanya dari penglihatan. Juga menjaga hati dari berfikir. Juga menjaga perut dari makanan syubhat dan kenyang. Sebab kesemua hal ini dapat menggerakkan syahwat dan tempat tumbuh suburnya syahwat. Al-Ghazali kemudian berkata: Zina mata merupakan yang terbesar dari jenis dosa-dosa kecil yang dapat menyebabkan melakukan dosa besar yang buruk, yaitu zina kelamin. Barangsiapa tidak mampu menjaga matanya maka ia takkan mampu menjaga agamanya. (Faidl al-Qadir  syarah al-Jami’ al-Shaghir)

Seorang penyair berkata:
Artinya : Setiap malapetaka berawal dari pandangan *** dan besarnya nyala api berasal dari percikan api yang kecil.

Betapa banyak pandangan yang jatuh menimpa hati pelakunya *** sebagaimana jatuhnya anak panah yang terlepaskan antara busur dan talinya.

Selama seorang hamba masih memiliki mata yang bisa berkedip *** maka ia sedang berada di atas bahaya di antara pandangan manusia.

Menyenangkan mata dengan sesuatu yang menjadikan penderitaan jiwa***sungguh tidak ada kebahagiaan dengan kesenangan yang mendatangkan penderitaan.

Dengan melihat gambar atau tayangan porno berati dia melihat aurot yang diharomkan untuk dilihat. Dia tidak mau menundukkan pandangannya terhadap hal-hal yang diharomkan.

“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang mereka perbuat. Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya.” (QS. An-Nur: 30 - 31).

larangan ini tidak dikhususkan melihat pandangan tertentu. ayat ini berlaku secara umum untuk menjaga pandangan dari apa saja yang akan membuat orang laki-laki maupun perempuan terjerumus berbuat dosa. Berhubung ayat ini berlaku umum , maka sama saja apakah yang dilihat atau yang diperlihatkan itu berupa obyek aurot langsung ataupun melalui media.




Read More »

Hari Hisaban

0 komentar

Hari Hisaban 

Dalam cerita sebelumnya kita membahas tentang hari Kebangkitan, maka dalam episode ini kita membahas Hari Hisaban , dalam episode ini Rasulullah Saw. melanjutkan kisahnya, bahwa setelah itu beliau kembali dan berdiri ( bergabung) dengan manusia. Ketika kami sedang berdiri, tiba­tiba kami mendengar suara yang sangat keras dari langit yang membuat kami semua takut . Ternyata suara itu muncul dari malaikat penghuni langit pertama yang turun ke bumi dalam jumlah dua kali lipat dari jumlah manusia dan jin yang ada di bumi .Ketika mereka telah berada didekat bumi , bumi menjadi terang benderang oleh cahaya mereka, lalu mereka mengambil saf (barisan)nya.
Maka kami bertanya :

وَقُلْنَا لَهُمْ: أَفِيكُمْ رَبُّنَا؟ فَيَقُولُونَ: لَا. وَهُوَ آتٍ

 " Apakah Tuhan kita ada bersama kalian?" Mereka menjawab, " Tidak, tetapi Dia akan datang. "

Kemudian turunlah penduduk langit yang kedua dalam jumlah dua kali lipat dari jumlah rombongan malaikat yang pertama dan dua kali lipat dari jumlah makhluk manusia dan  jin yang ada di bumi . Ketika mereka telah dekat dengan bumi , maka bumi menjadi terang benderang karena cahaya mereka, lalu mereka mengambil safnya. Kami bertanya kepada mereka,:

وَقُلْنَا لَهُمْ: أَفِيكُمْ رَبُّنَا؟ فَيَقُولُونَ: لَا. وَهُوَ آتٍ

 " Apakah Tuhan kita ada bersama kalian? " Mereka menjawab, "Tidak, tetapi Dia akan datang.”

Selanjutnya para malaikat penghuni langit berikutnya turun pula dalam jumlah dua kali lipat dari jumlah yang telah ada, lalu turunlah Tuhan Yang Maha perkasa dalam naungan awan dan malaikat . Saat itu yang memikul 'Arasy­Nya adalah delapan malaikat , sekarang empat malaikat, telapak kaki mereka berada dibagian bumi yang paling bawah. Bumi dan langit hanya sampai sebatas pinggang mereka, sedangkan 'Arasy mereka pikul diatas pundak mereka; dari mereka keluar suara gemuruh karena bacaan tasbih mereka , yaitu:

سُبْحَانَ ذِي الْعَرْشِ والجبروت، وسبحان ذِي الْمُلْكِ وَالْمَلَكُوتِ، سُبْحَانَ الْحَيِّ الذِي لَا يَمُوتُ، سُبْحَانَ الذِي يُمِيتُ الْخَلَائِقَ، وَلَا يَمُوتُ، سُبُّوحٌ قُدُّوسٌ قُدُّوسٌ قُدُّوسٌ، سُبْحَانَ رَبِّنَا الْأَعْلَى رَبِّ الْمَلَائِكَةِ وَالرُّوحِ، سُبْحَانَ رَبِّنَا الْأَعْلَى الَّذِي يُمِيتُ الْخَلَائِقَ وَلَا يَمُوتُ

Mahasuci Tuhan yang memiliki 'Arasy dan keperkasaan. Mahasuci Tuhan yang mempunyai kerajaan dan alam malakut. Mahasuci Tuhan Yang Hidup Kekal dan tidak akan mati. Mahasuci Tuhan Yang mematikan semua makhluk, sedangkan Dia tidak mati.Mahasuci dengan sesuci­sucinya. Mahasuci Tuhan kami Yang Mahatinggi, Tuhan semua malaikat dan roh. Mahasuci Tuhan kami Yang Mahatinggi, yang mematikan semua makhluk, sedangkan Dia tidak mati.

Maka Allah meletakkan kursi ­Nya disalah satu bagian dari bumi yang dikehendaki­Nya, lalu berseru dengan suara­Nya seraya berfirman,:

يَا مَعْشَرَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ، إِنِّي قَدْ أَنْصَتُّ لَكُمْ مُنْذُ خَلَقْتُكُمْ إِلَى يَوْمِكُمْ هَذَا، أَسْمَعُ قَوْلَكُمْ وَأُبْصِرُ أَعْمَالَكُمْ، فَأَنْصِتُوا إِلَيَّ فَإِنَّمَا هِيَ أَعْمَالُكُمْ وَصُحُفُكُمْ تُقْرَأُ عَلَيْكُمْ فَمَنْ وَجَدَ خَيْرًا فَلْيَحْمَدِ اللَّهَ، وَمِنْ وَجَدَ غير ذلك فلا يَلُومَنَّ إِلَّا نَفْسَهُ

 " Hai semua makhluk jin dan manusia, sesungguhnya Aku telah mendengarkan kalian sejak Aku menciptakan kalian sampai hari ini . Aku mendengar semua ucapan kalian dan melihat semua amal perbuatan kalian. Maka sekarang dengarkanlah Aku, sesungguhnya apa yang Aku utarakan hanyalah amal perbuatan kalian dan catatan­ catatan amal perbuatan kalian sendiri yang akan dibacakan kepada kalian. Barang siapa yang menjumpai kebaikan padanya, hendaklah ia memuji kepada Allah. Dan barang siapa yang menjumpai selain itu, maka janganlah ia mencela kecuali kepada dirinya sendiri . "

Selanjutnya Allah memerintah kepada neraka Jahannam, maka keluarlah darinya sesuatu seperti leher yang kelihatan hitam legam (gelap) oleh semuanya. Kemudian Allah Swt .membacakan firman­Nya:

أَلَمْ أَعْهَدْ إِلَيْكُمْ يَا بَنِي آدَمَ أَنْ لَا تَعْبُدُوا الشَّيْطانَ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ وَأَنِ اعْبُدُونِي هَذَا صِراطٌ مُسْتَقِيمٌ وَلَقَدْ أَضَلَّ مِنْكُمْ جِبِلًّا كَثِيراً أَفَلَمْ تَكُونُوا تَعْقِلُونَ هذِهِ جَهَنَّمُ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ أَوْ- بِهَا تُكَذِّبُونَ- شَكَّ أَبُو عَاصِمٍ

Bukankah Aku telah memerintahkan kepada kalian, hai Bani Adam,supaya kalian tidak menyembah setan? Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi kalian, " dan hendaklah kalian menyembah­Ku. Inilah jalan yang lurus. Sesungguhnya setan itu telah menyesatkan sebagian besar di antara kalian. Maka apakah kalian tidak memikirkan? Inilah Jahannam yang dahulu kalian diancam ( dengannya) . ( Yasin: 60­ -63) Atau dikatakan, " Yang dahulu kalian dustakan, " ragu dari pihak Abu Asim.

وَامْتازُوا الْيَوْمَ أَيُّهَا الْمُجْرِمُونَ

Dan ( dikatakan kepada mereka ) , "Berpisahlah kalian ( dari orang­orang mukmin) pada hari ini, hai orang­orang yang berdosa. " (Yasin:59)

Maka Allah memisah­misahkan manusia ( antara ahli surga dan ahli neraka), dan saat itu semua umat manusia berlutut . Allah Swt .berfirman:

وَتَرى كُلَّ أُمَّةٍ جاثِيَةً كُلُّ أُمَّةٍ تُدْعى إِلى كِتابِهَا الْيَوْمَ تُجْزَوْنَ مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

Dan ( pada hari itu) kamu lihat tiap­-tiap umat berlutut. Tiap­tiap umat dipanggil untuk ( melihat ) buku catatan amalnya Pada hari itu kalian diberi balasan terhadap apa yang telah kalian kerjakan.(Al­Jasiyah: 28)

Alloh Mengadili semua Makluk 

Lalu Allah Swt . memutuskan peradilan diantara makhluk-­Nya . kecuali jin dan manusia. Pada hari Hisaban tersebut Allah mengadili diantara semua hewan liar dan binatang ternak, hingga Dia memutuskan untuk kemenangan hewan yang tidak bertanduk terhadap hewan bertanduk (yang dahulu pernah menanduknya) . Apabila Allah Swt .telah selesai dari hal tersebut dan tidak ada lagi utang bagi seekor hewan atas hewan lainnya, maka Allah berfirman kepada semua binatang, "Jadilah kalian tanah! " Maka pada saat itu orang kafir mengatakan, seperti yang disitir oleh firman­Nya:

يَا لَيْتَنِي كُنْتُ تُرَابًا

Alangkah baiknya sekiranya aku dahulu adalah tanah. ( An­Naba:40)
Kemudian barulah Allah memutuskan peradilan diantara semua hamba  .Peradilan yang mula­mula dilakukan­Nya ialah masalah yang berkaitan dengan darah. Setiap orang yang terbunuh dijalan Allah datang, lalu Allah memerintahkan kepada setiap orang yang membunuh untuk membawa kepala orang yang dibunuhnya , sedangkan urat leher si terbunuh penuh berlumuran darah. Lalu ia berkata:

يَا رَبِّ، فِيمَ قَتَلَنِي هَذَا؟ فَيَقُولُ -وَهُوَ أَعْلَمُ -: فِيمَ قَتَلْتَهُمْ؟ فَيَقُولُ: قَتَلْتُهُمْ لِتَكُونَ الْعِزَّةُ لَكَ. فَيَقُولُ اللَّهُ لَهُ: صَدَقْتَ.

 " Wahai Tuhanku, karena apakah orang ini membunuhku ? " Allah Swt .—Yang Maha Mengetahui— bertanya, " Karena apakah kamu membunuh mereka ? " Maka si pembunuh menjawab , " Saya membunuh mereka agar keagungan hanyalah bagi ­Mu (yakni me mbela agama Allah) . " Allah Swt. berfirman, " Kamu benar . "

Maka Allah menjadikan wajahnya bercahaya seperti sinar matahari , selanjutnya para malaikat menuntunnya masuk kedalam surga.

Setelah itu datanglah setiap orang yang membunuh bukan karena niat tersebut seraya membawa kepada orang yang dibunuhnya dalam keadaan berlumuran darah dari urat lehernya. Lalu ia berkata:

يَا رَبِّ، [فِيمَ] قَتَلَنِي هَذَا؟ فَيَقُولُ -وَهُوَ أَعْلَمُ -: لِمَ قَتَلْتَهُمْ؟ فَيَقُولُ: يَا رَبِّ، قَتَلْتُهُمْ لِتَكُونَ الْعِزَّةُ لَكَ وَلِي. فَيَقُولُ: تَعِسْتَ.

 " Wahai Tuhanku, mengapa orang ini membunuhku ?" Allah Swt . , Yang Maha Mengetahui, bertanya , " Mengapa kamu membunuh mereka ? " Ia menjawab, " Saya membunuh mereka agar keagungan hanyalah bagi engkau dan saya, wahai Tuhanku. " Maka Allah berfirman, " Celakalah kamu! "

Kemudian tiada seorang pun yang pernah membunuh orang lain melainkan ia balas di bunuh karenanya, dan tidak ada suatu perbuatan zalim yang dilakukan seseorang melainkan ia mendapat hukumannya .Hal ini sepenuhnya berada didalam kehendak Allah. Dengan kata lain, jika Dia hendak mengazabnya , niscaya Dia mengazabnya ; dan jika Dia hendak merahmatinya, niscaya Dia merahmatinya .

Selanjutnya Allah Swt .memutuskan peradilan diantara makhluk­Nya yang perkara mereka masih belum diputuskan, hingga tiada suatu perbuatan aniayapun yang dilakukan oleh seseorang terhadap orang lain melainkan Allah membalaskannya bagi si teraniaya terhadap si penganiaya.

Pada saat itu seorang penjual susu yang mencampuri susunya dengan air ( ketika di dunia) benar ­ benar disuruh memurnikan susunya dari air.

حَتَّى إِنَّهُ لَيُكَلِّفُ شَائِبَ اللَّبَنِ بِالْمَاءِ ثُمَّ يَبِيعُهُ أَنْ يخلص اللبن من الماء.

Apabila Allah Swt.' telah selesai dari hal tersebut , maka terdengarlah suara seruan yang terdengar oleh semua makhluk:

أَلَا لِيَلْحَقْ كُلُّ قَوْمٍ بِآلِهَتِهِمْ وَمَا كَانُوا يَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ.

 "Ingatlah, hendaklah masing­masing kaum bergabung dengan tuhan­ tuhan mereka dan segala sesuatu yang mereka sembah selain Allah! "

Saat itu tidak ada seorangpun yang menyembah selain Allah kecuali ditampakkan baginya tuhan yang disembahnya itu dihadapannya . Pada hari itu ada malaikat yang diserupakan bentuknya seperti Uzair , ada pula yang diserupakan dengan Isa putra Maryam. Maka orang­ orang Yahudi mengikuti Uzair , dan orang­orang Nasrani mengikuti Isa. Kemudian tuhan­ tuhan sesembahan mereka menggiring mereka kedalam neraka, dan Allah Swt . berfirman:

لَوْ كَانَ هَؤُلاءِ آلِهَةً مَا وَرَدُوهَا وَكُلٌّ فِيهَا خَالِدُونَ

Andaikata berhala­berhala itu Tuhan, tentulah mereka tidak masuk neraka. Dan semuanya akan kekal di dalamnya. ( Al ­ Anbiya’: 99)

Apabila tidak ada yang tersisa kecuali hanya orang­ orang mukmin yang didalamnya terdapat orang­orang munafik, maka Allah mendatangi mereka dalam bentuk menurut apa yang dikehendaki ­ Nya, lalu Dia berfirman:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ، ذَهَبَ النَّاسُ فَالْحَقُوا بِآلِهَتِكُمْ وَمَا كُنْتُمْ تَعْبُدُونَ. فَيَقُولُونَ: وَاللَّهِ مَا لَنَا إِلَهٌ إِلَّا اللَّهُ، وَمَا كُنَّا نَعْبُدُ غَيْرَهُ

 " Hai manusia , semua orang telah pergi , maka sekarang bergabunglah dengan tuhan­ tuhan kalian dan apa yang kalian sembah. " Mereka berkata, " Demi Allah, kami tidak mempunyai Tuhan selain Allah, dan kami sama sekali tidak pernah menyembah selain­Nya. "

Maka Allah pergi meninggalkan mereka , dan Dialah yang mendatangi mereka. Kemudian Allah tinggal selama yang di kehendaki ­Nya untuk tinggal , setelah itu Dia datang lagi kepada mereka dan berfirman, " Hai manusia , semua orang telah pergi , maka bergabunglah kalian dengan tuhan­ tuhan kalian dan apa yang kalian sembah! " Mereka menjawab, " Demi Allah, kami tidak mempunyai Tuhan selain Allah, dan kami sama sekali tidak pernah menyembah selain­Nya. "

فَيَكْشِفُ لَهُمْ عَنْ سَاقِهِ، وَيَتَجَلَّى لَهُمْ مِنْ عَظَمَتِهِ مَا يَعْرِفُونَ أَنَّهُ رَبُّهُمْ، فَيَخِرُّونَ سُجَّدًا عَلَى وُجُوهِهِمْ، وَيَخِرُّ كُلُّ مُنَافِقٍ عَلَى قَفَاهُ، وَيَجْعَلُ اللَّهُ أَصْلَابَهُمْ كَصَيَاصِي الْبَقَرِ. ثُمَّ يَأْذَنُ اللَّهُ لَهُمْ فَيَرْفَعُونَ

Maka Allah menampakkan sebagian dari betis ­ Nya dan sebagian dari kebesaran­Nya sehingga mereka mengetahui bahwa Dia adalah Tuhan mereka. Lalu mereka menyungkur diatas muka  mereka seraya bersujud, sedangkan semua orang munafik menyungkur diatas tengkuknya (terbalik), dan Allah menjadikan tulang iga mereka mencuat seperti tanduk sapi . Kemudian Allah mengizinkan mereka untuk mengangkat mukanya  .
Wallahu a'lamu bil asshowab
Sumber : Tafsir ibnu Katsir surat al An'am
Baca juga : 
Kiamat 1 : Shur ( Terompet )
Kiamat 3 : Tiupan Kebangkitan


Kiamat 5 : Syafaat

Read More »

Minggu Ceria

0 komentar

Minggu Ceria

Kalau pada umumnya hari minggu itu digunakan untuk mlancong bersantai bersama keluarga, maka PPG Kediri Selatan I  mengadakan pengajian yang dikemas dengan acara Minggu Ceria.  Acara diadakan pada hari minggu 30Mei 2015 di Pondok Pesantren Nurul Huda Kresek Kota Kediri dengan diikuti oleh Generus binaan PPG Kediri Selatan I putra- maupun putri sebanyak 350 generus.

Sekilas Minggu Ceria

PPG Kediri Selatan I yang senantiasa peduli terhadap pembinaan generus mulai dari Paud, Caberawit Pra Remaja sampai dengan Remaja membuat trobosan dengan mengadakan Minggu Ceria. Generus Binaan PPG Kediri Selatan I tidak asing dengan pengajian generus pada hari minggu karena untuk hari selain minggu mereka gunakan bersekolah atau bekerja, namun yang beda dari acara minggu ceria ini generus dipersilahkan memilih sendiri materi pengajian yang disediakan oleh panitia yang dilaksanakan oleh Angkatan Muda Kediri Selatan I yang di ketuai oleh Supriono, M.Pd. Adapun materi yang disediakan panitia adalah Hadits bab Tata Krama,  Hadits bab Hukum danHadits bab Jenazah .

Materi Minggu Ceria

Biasanya setiap pengajian yang diadakan oleh PPG Kediri Selatan I hanya satu materi pokok bahasan. namun pada acara minggu ceria ini disiapkan beberapa materi, yaitu :

  1. Bab Tata Krama,  Bab Tata Krama ini adalah dalil- dalil menegenai adab yang baik dalam kehidupan    sehari-hari seperti adab makan, adab minum, adab berpakaian, adab berbicara dan lain-lain.
  2. Bab Hukum, Materi bab Hukum ini maksudnya kumpulan dalil-dalil bab Hukum bermuamalah maupun beribadah, seperti meyakini kebenaran al Qur'an, hukum mendatangi dukun, hukum mengerjakan jual beli, maupun seputar riba dan lain-lain.
  3. Bab Jenazah, Bab Jenazah atau lebih dikenal dengan Kitab al Jana'iz ini menjelaskan tentang seputar peramutan Jenazah mulai dari Mentalqin orang yang mau meninggal dunia, tatacara memandikan jenazah, mengkafani sampai dengan menguburkannya serta dalil-dalil seputar siksa kubur. 



Tujuan acara Minggu Ceria



Pengaruh kerusakan zaman semakin merajalela yang semua tidak  memungkiri ataupun menghindarinya, oleh karenanya PPG Kediri Selatan I selalu berinovasi menarik minat generus untuk semangat mendatangi acara-acara positif yang diharapkan menghindarkan mereka dari pengaruh kerusakan zaman akhir. Semoga.

Read More »